Rabu, 25 November 2009

Cinta untuk Rara

aku membuang cita-citaku, mimpi-mimpiku, hidupku.... hanya untuk dia... yang bukan darah dagingku..


Tolong rawat anakku! satu kalimat terakhir yang ia kataan padaku dengan suara liri. ia tersenyum padaku , memegang tangaku dengan erat. perlahan matanya mulai tertutup. kemudian semua hening.....hanya isak tangis yang terdengar.


"apa kamu bilang...??" teriaknya. "berlaga seperti pahlawan kesiangan.." katanya dengan emosi yang tertahan. semua orang diam. tidak ada yang berani berbicara. "sudah berikan saja pada keluargannya!!! atau kalo perlu kamu buang saja!!!"
" aku sudah mencari mereka tapi mereka tidak mau menerimanya..."
"kalau begitu buang saja.." teriaknya "untuk pa kamu mengurusnya kalo mereka saja tidak ingin menerimnya.."
"aku tidak bisa..." aku menghela nafas panjang. mengumpulkn semua kekuatnku "tolong janagn paksa aku!!!" kataku tegas.
ia terlihat kaget dengan ucapanku. beberapa saat ia diam kemudian tertawa "baik..kau pikir dirimu siapa? lakukan yang ingin kau lakuakn...aku akan lihat sampai berapa lama kau sanggup bertahan.."
"maafkan aku..." kataku sambil menmbawa seorag ai di dekapanku. saat aku bertekat keluar dari rumah ini aku tau ini tidaklah mudah. apalagi membawa seorang bayi. aku tidak tahu sampai kapan aku akau akan bertahan.



8 tahun kemudian....

waktu terasa cepat berlalu. sekarang aku tinggal menumpang dengan seorang wanita yang ku temui di terminal. ia orang yang sangat baik. ia mengizinkanku tinggal di rumahnya dan bekerja di restoran miliknya. ia mengamggapku seperti anakya. banyak hal yang terjadi selama 8 tahun ini. rara, anakku baru mulai mask sekolah. harusnya ia sekolah 2 tahun yang lalu tapi karna penyakit yang dideritanya ia harus dirawat selama 2 tahun. rara sejak kecil mengalami penyakit leukimia... aku sangat khawatir ketika ia tidak sadarkan diri dan mengeluarkan darah dari dalam hidungnya...
ketika aku tahu ia menderita penyakit yang parah... jantungku hampir tidak berdetak lagi... aku takut ia meninggalkanku... aku tak tahu sampai kapan ia akan bertahan.
tapi aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja. bagiku ia segalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar